Sekdaprov Ajak ASN Konsisten Menabung, Wujudkan Impian ke Baitullah
POSKOTAKALTIMNEWS, SAMARINDA: Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) terus mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mulai mempersiapkan diri menunaikan ibadah haji melalui program Kaltim Berhaji.
Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Dra. Sri
Wahyuni, M.P.P. mengatakan, program Kaltim Berhaji yang merupakan sinergi
Pemprov Kaltim dengan PT Bank Syariah
Indonesia (Persero) Tbk, menjadi langkah
positif untuk menggugah kesadaran ASN dalam mewujudkan niat melaksanakan Rukun
Islam kelima.
“Kita memberikan apresiasi terhadap Program
BSI Kaltim Berhaji, untuk memudahkan ASN dapat melaksanakan Rukun Islam yang
kelima. Hanya dengan menabung awal Rp100 ribu dan ketika sudah mencapai Rp25
juta, sudah bisa mendapatkan kuota haji,” kata Sri Wahyuni usai menghadiri acara
Kaltim Berhaji, Langkah Awal Lebih Dekat Baitullah, di Gedung Olah Bebaya,
Kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Senin (31/8/2026).
Menurut Sri Wahyuni, kemudahan setoran awal
tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mulai membuka rekening
haji dan mempersiapkan biaya perjalanan ibadah sejak dini, dan menilai, persiapan menunaikan ibadah haji
tidak hanya berkaitan dengan kemampuan finansial, tetapi juga membutuhkan
perencanaan dan konsistensi dalam menabung.
“Dengan setoran awal yang terjangkau,
masyarakat sudah dapat mulai membuka rekening haji dan mempersiapkan diri sejak
lebih awal. Ini merupakan bagian penting dari upaya membangun kesadaran bahwa
perjalanan menuju Baitullah juga harus direncanakan dengan baik dan
dipersiapkan sejak dini,” jelasnya.
Sri Wahyuni juga mengajak ASN yang memiliki
kemampuan secara finansial untuk tidak menjadikan panjangnya masa tunggu
sebagai alasan menunda niat berhaji.
“Program ini akan memberi jalan dan kemudahan,
serta menggugah kesadaran ASN bahwa bagi yang berkemampuan itu juga harus ada
niat dan ikhtiar. Bagaimana ASN dapat menyisihkan penghasilannya untuk bisa
menunaikan ibadah haji. Jadi jangan pikirkan masa tunggunya sampai 26 tahun,
tapi pikirkan konsistensi untuk dapat mewujudkan niat berangkat haji,” pesannya.
Lebih lanjut, Sri Wahyuni berharap sinergi
Pemprov Kaltim dengan BSI tidak berhenti pada program Kaltim Berhaji. Kerja
sama tersebut diharapkan dapat memperkuat pengembangan ekonomi syariah di
berbagai bidang.
Di antaranya melalui peningkatan literasi dan
inklusi keuangan syariah, penguatan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah
(UMKM), pengembangan industri halal, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Kami ingin ekonomi syariah hadir bukan hanya
sebagai pilihan layanan keuangan, tetapi menjadi bagian dari upaya kita
membangun ekonomi yang semakin inklusif, produktif, dan memberikan manfaat yang
lebih luas, serta program dan layanan yang benar-benar memberikan manfaat bagi
masyarakat,” pungkas Sri Wahyuni.(mar)